Selasa, 28-02-2012
Aku (gita) dan teman temanku yaitu Nor Haslinda, Devi Rusanawati, Widiya Kaniasari, Winda Ayuantika, Dhea Octarika, Messynar Manulang dan Selly Fatimah. kita semua sedang kerja kelompok latihan senam untuk tes minggu depan. setelah cukup lama kami latihan, temanku yang lain pulang duluan karena hari sudah mulai gelap kecuali aku, Nor Haslinda (alin) dan Devi. tinggal kita bertiga yang ada di sekolah juga ada beberapa anak futsal yang baru selesai latihan kira kira pukul 18.00 WIB. Saat itu kami sedang membuka Facebook sambil bergurau, kami bergurau terlalu kencang sampai sampai orang-orang yang berada disekitar sekolah mendengar suara gurauan kami.
Tiba tiba, ada seorang pegawai sekolahku yang sedang membangun disamping kelas yang kami tempati menegur kami supaya tidak terlalu berisik (mungkin agar tidak mengganggu penghuninya) tetapi kami tidak mendengarkan apa kata mereka, kami tetap saja bergurau dengan suara yang cukup kencang. Sampai akhirnya pintu kelas yang tadinya terbuka tiba-tiba menutup dengan sendirinya, aku dan alin kaget dengan kejadian itu, sementara devi asik sendiri bermain facebook. Tadinya aku dan Alin menyangka bahwa pintu itu ditutup oleh anak-anak futsal tapi kita tidak menghiraukannya.
Setelah adzan maghrib kami pun berencana untuk pulang, sebelum pulang alin mencoba untuk membuka pintu kelas itu sendiri karna takut kalau pintu itu telah dikunci oleh pak satpam.Namun, ketika alin keluar ternyata sudah tidak ada siapa-siapa di sekolah itu yang ada hanya kami bertiga dan para pegawai yang sedang membangun. Saat hendak masuk lagi ke dalam kelas, alin melihat seorang bapa-bapa dari sebrang kelas seperti sedang memfoto kami, tapi kami ragu karna bapa itu entah sedang memfoto, entah sedang video. kami bertiga pun ketakutan, aku dan alin lari keluar kelas meninggalkan devi sendiri di dalam kelas yang sedang membereskan barang-barangnya.
Dan saat itu juga kami pulang dengan perasaan takut yang menghantui diri masing-masing. Di dalam perjalanan pulang, kami berbincang tentang masalah tadi karna kami takut kalau-kalau ada sesuatu terjadi.